Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khotbah Minggu ini - Di tinggikan Oleh Tuhan

Bahan Khotbah Kristen, bible verses for strength


Filipi 2:1-11

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (Phil. 2:9 ITB) 

Apa asalan seseorang ditinggikan Allah?   

1. Ia mengosongkan diri

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,(Phil. 2:7a ITB)

“Mengosongkan diri” dalam kata Yun. ἐκένωσεν ( Ekenosen), Kata kerja indikatif aorist aktif orang ke tiga tunggal dari kata dasar κενόω artinya secara pribadi Dia mengosongkan diri tanpa ada paksaan dari yang lain, hal ini tindakan aktif dilakukan dan ini sudah terjadi dan tidak terjadi lagi. Yesus Kristus sebagai teladan kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Bicara mengenai kenosis adalah bicara mengenai kesediaan melepaskan hak. Dalam konteks Tuhan Yesus, pengosongan diri-Nya sungguh melampaui akal manusia. Tuhan sepenuh-penuhnya secara aktif mengambil rupa seorang hamba. Banyak orang yang menganggap teori pengosongan diri atau kenosis ini sebagai mengosongkan ke-Allah-an dari Kristus. Hal ini adalah salah! Pengosongan diri atau kenosis adalah tidak mempertahankan sebuah hak, yaitu hak kesetaraan dengan Allah. Bukannya Kristus tidak menjadi Allah, melainkan haknya yang adalah Allah sementara waktu dikesampingkan.

Prinsip penting dari kenosis adalah:

  • Menjembatani jarak antara manusia dengan Allah yang suci: Ketaatan Yesus untuk mati di kayu Salib menjadi jembatan, yang mengatasi jarak antara manusia berdosa dengan Allah yang suci. Yesus Kristus telah memberitahukan kepada kita bahwa perjalanan-Nya dari sorga untuk mencari orang berdosa, telah sampai pada titik paling bawah, paling hina, dan paling dalam yang tidak akan bisa dilakukan oleh siapapun juga.
  • Menggenapi tuntutan akibat dosa: Ini dasar pemikiran yang penting. Sampai di sini tidakkah kita sadar dan memliki perasaan bahwa setiap dosa dan pelanggaran menuntut nilai keadilan di dalamnya? Adakah dosa atau pelanggaran tanpa konsekwensi keadilan di dalamnya? Untuk keadilan itulah Allah Bapa “mengijinkan” Yesus ke atas kayu salib, supaya genaplah tuntutan keadilan karena setiap pelanggaran yang telah kita lakukan. Yesus dipaku di atas kayu salib bukan karena kuasa Herodes atau Pilatus atau bahkan Imam Besar; semuanya itu terjadi karena penghakiman Allah. Di dalam Yesaya 53:10 dengan sangat jelas disebutkan bahwa Allah Bapa telah menetapkan untuk meremukkan Dia.
  • Menjamin dalam kemuliaan: Tanpa kematian tidak akan ada kemuliaan. Ini sebuah paradoks tetapi mengandung kebenaran sejati. Jika satu biji gandum tidak mati, ia tidak akan menghasilkan biji gandum yang lain.

Kesimpulan mengenai Mengosongkan diri:

Pertama, mengosongkan diri yang dilakukan Kristus sebenarnya adalah Kristus mengambil natur tambahan bagi diri-Nya sendiri yang membatasi kehendak bebas penggunaan sifat keilahian-Nya. Jadi, dalam hal ini Dia tidak melepaskan sifat keilahian-Nya sama sekali, hanya Dia secara sukarela membatasi penggunaannya.

Kedua, Kristus telah mengosongkan diri-Nya dengan cara berinkarnasi, melalui kelahiran dari seorang perawan dan tanpa ada campur tangan seorang laki-laki. Dalam hal ini Maria benar-benar pengandung dari Roh Kudus (Matius 1:18).

Ketiga, ketaatan dan kerendahan hati diharapkan menjadi gaya hidup orang percaya. Hal ini sesuai dengan teladan yang sudah diberikan oleh Kristus selama masa inkarnasi-Nya di bumi. Dengan adanya ketaatan dan saling merendahkan diri, maka dapat membangun kesatuan dalam jemaat. Dengan persatuan tersebut, gereja dapat menggenapi maksud dan rencana Allah bagi gereja-Nya.

Jadi, sebagai orang percaya di dalam pelayanan kita harus merendahkan diri kita dan menanggalkan hak kita, fokus kita adalah hanya untuk melakukan kehendak Allah saja bukan kepada apa yang kita mau. Seperti Yesus mengesampingkan haknya hanya untuk melayani manusia yang sama seperti manusia

2. Ia menghambakan diri

dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Phil. 2:7b ITB)

Tuhan menjadi sebagai hamba. Kita perlu mempetanyakan mengapa Tuhan datang ke dalam dunia mengambil rupa manusia dan menjadi hamba. Pasti kita sudah tahu jawabnya kenapa mengambil rupa manusia, karena manusia adalah ciptaan-Nya yang mulia, karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23. Allah mau supaya manusia hidup dalam kemuliaan-Nya seperti yang Allah mau dalam rencana-Nya.

Kita kembali kepada tujuan menjadi hamba, dan ini yang perlu kita pahami dan pertanyakan mengapa Tuhan tidak mau menjadi Raja setelah datang ke dalam dunia dan seperti yang diharapkan oleh bangsa Israel bertahun-tahun. Kita harus tahu bahwa tujuan Allah sebelumnya adalah untuk memulihkan hubungan manusia dengan-Nya  melalu Yesus Kristus. Dengan cara menjadi hamba Dia datang langsung di tengah-tengah manusia dan menjelaskan pesan Allah serta memberikan contoh teladan cara hidup yang berkenan kepada Allah. Sebagai Hamba Allah, Yesus diutus Allah dengan membawa tugas dari Allah dan untuk menggenapi misi Allah bagi dunia ini yang terlihat melalui pelayanan, kematian, dan kebangkitan-Nya.

“..Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani..”(Matius 20:28b). Ucapan Tuhan Yesus berkenaan dengan tugas-Nya dalam kapasitas-Nya sebagai “Anak Manusia” ini, yang adalah salah satu gelar-Nya, memberikan kepada kita pemahaman konteks tugas-Nya sebagai Hamba Allah. Apa yang diucapkan Tuhan Yesus ini terlihat nyata dalam  keberadaan-Nya di dalam dunia sebagai seorang budak atau hamba yang melayani umat manusia sesuai perintah dan kehendak Allah Bapa, yaitu mengajar dan melakukan mujizat-mujizat penyembuhan, pengusiran setan atau roh-roh jahat, dan menghidupkan orang mati serta meberitakan kerajaan Allah.

Sebagai Hamba Allah Yesus melayani kebutuhan manusia akan Firman Tuhan yang diajar-ajarkan-Nya dalam setiap kesempatan, dalam berbagai metode dan tempat. Ada saatnya Dia mengajar dengan menggunakan perumpamaan dan ada saatnya Ia berbicara secara langsung yang jelas baik kepada sekelompok kecil murid-murid-Nya maupun kepada ribuan orang sekaligus dengan berkhotbah.  Ia mengajar di Sinagoge pada hari Sabat, mengajar murid-murid-Nya selama dalam perjalanan, atau Ia mengajar orang banyak di bukit dan dari dalam perahu di tepi danau. Tujuan Yesus adalah mengajarkan apa dan bagaimana Kerajaan Allah itu dan siapa Diri-Nya agar orang-orang mengenal Dia dan menjadi percaya kepada-Nya sebagai utusan Allah dan pekerjaan-Nya sehingga mereka boleh diselamatkan.

Dan ini adalah tantangan bagi kalangan orang Kristen, ketikan percaya kepada Yesus dan mengikutinya. Pertanyaannya adalah apakah mau menjadi hamba bagi orang lain dan mengasihi mereka seperti Kristus mengasihi kita? Dan ini yang harus kita doakan supaya Tuhan memberi hati untuk jiwa-jiwa dan membawa mereka kepada Kristus. Dan inilah tujuan Allah datang ke dalam dunia untuk membawa kita kepada ke muliaan-Nya.

3.  Ia Taat sampai mati

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Phil. 2:8 ITB)

Kata Yun. ὑπήκοος/Huperkoos dari preposisi Upo artinya di bawah atau di bawah kuasa, tunduk atau hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh yang berkuasa padanya. 

Inilah cara Allah membawa manusia masuk dalam kepenuhan-Nya melalui penyangkalan dan pengorbanan-Nya agar orang mendapat berkat dan anugerah Tuhan. Semangat dan prinsip sama berlaku pula bagi warga gereja. Kristus telah membayar harga yang termahal yang dapat dilakukan dengan menyerahkan nyawa-Nya sendiri di atas kayu salib menjadi tebusan bagi banyak jiwa.

Kristus telah membayar harga yang termahal yang dapat dilakukan dengan menyerahkan nyawa-Nya sendiri di atas kayu salib menjadi tebusan bagi banyak jiwa. Ia telah merendahkan diri-Nya. Dia mengesampingkan segala hak dan kepentingan pribadi untuk memastikan kesejahteraan orang lain.

Kuncinya adalah rendah hati, mau melayani dan mengasihi dengan sepenuh hati, memberikan yang terbaik dari diri kita untuk orang yang kita kasihi baik itu keluarga, teman bahkan orang yang membenci kita agar kemuliaan Allah mengisi hati dan pikiran kita. Sehingga kita dipenuhi roh kudus dan tetap berada terus di hadirat-Nya dan setia senantiasa.

Ketaatan Kristus sampai mati di kayu salib adalah ketaatan yang dilakukan secara sempurna yang menunjukkan totalitas-Nya sebagai manusia sejati dan melalui kematian-Nya Ia menunjukkan kasih-Nya kepada Bapa dan kepada umat manusia. Ketaatan Kristus sampai mati di kayu salib menjadi dasar kehidupan bagi orang percaya.

Ketaatan orang percaya kepada Tuhan bukan hanya ditunjukkan dengan melakukan perintah Tuhan dengan setia melainkan juga sebagai bukti bahwa orang percaya mau tunduk di dalam otoritas Tuhan apapun resikonya dan sebagai bukti bahwa orang percaya mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati.

"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya". (1 Petrus 2:21) karena itu kita harus melakukan,.. Lukas 9:23"Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Setiap orang yang mau mengikuti Aku ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut Aku". 

Jadi, ketika kita percaya kepada Yesus Kristus jangan kita berpikir setelah percaya tidak ada lagi yang harus kita lakukan. Sebagai pengikut Yesus ada hal-hal yang harus dilakukan yaitu melakukan kehendak-Nya saja dan terus setia kepada-Nya sampai pada akhir kita di dunia ini.

 

PENERAPAN:

Jadi, sebagai penerapan bagi kita semua mulai sekarang kita hidup penuh dalam Kristus supaya hidup kita mampu menapaki ulang langkah-langkah hidup kedepannya dan hidup dalam keteladanan-Nya. Ketika percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi ada janji keselamatan dan ditinggikan pada akhirnya serta mendapat pahala/mahkota kemuliaan yang dinanti-nantikan pada kedatangan Kristus kedua kalinya. Untuk mendapatkan janji itu, kita harus berani menanggalkan sesuatu yang berharga dalam hidup ini, baik menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus Luk. 9:23.

Kita harus melepaskan hak kita, karena kita bukan milik kita lagi melainkan Kristuslah yang hidup di dalam kita, menjadi hamba Kristus dan taat melakukan kehendak-Nya, serta kita harus setia sampai akhir di dalam Kristus hingga mengakhiri pertandingan iman di dunia ini.

 

Tuhan Yesus Memberkati.

 

1 komentar untuk "Khotbah Minggu ini - Di tinggikan Oleh Tuhan"

Berkomentar yg membangun dan memberkati.