Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya

 

Makna Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya

Renungan Kitab Markus 14:22-25 terkait dengan Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya sebelum menderita dan mati di kayu salib. Pasal ini menggambarkan momen penting dalam sejarah kekristenan yang menandai pendirian Sakramen Ekaristi atau Perjamuan Kudus.

Berikut adalah kutipan dari Kitab Markus 14:22-25 (Terjemahan Alkitab Indonesia):

"Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Ambillah, inilah tubuh-Ku." Dan Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada mereka dan mereka semua minum dari cawan itu. Kata-Nya kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian yang baru, yang akan tertumpah untuk banyak orang. Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan minum lagi dari buah pohon anggur sampai pada waktu Aku minum yang baru di dalam Kerajaan Allah."

Renungan:

1.   Kepenuhan Perjanjian Lama: Dalam momen ini, Yesus menggunakan lambang-lambang dari Perjamuan Paskah Yahudi, yang berasal dari Perjanjian Lama, untuk mengungkapkan makna baru. Roti menjadi perwujudan tubuh-Nya, dan anggur mewakili darah-Nya, mengaitkan peristiwa ini dengan pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba yang dibunuh untuk menebus dosa-dosa umat manusia.

2.   Pengorbanan dan Penebusan: Perjamuan Terakhir ini mencerminkan kasih Allah yang tak terbandingkan dan pengorbanan Yesus Kristus demi keselamatan umat manusia. Melalui pengorbanan-Nya, Yesus membuka jalan bagi orang percaya untuk ditebus dan dibebaskan dari kuasa dosa.

3.   Perjanjian Baru: Yesus menyatakan bahwa darah-Nya adalah darah perjanjian yang baru. Ini mengacu pada hubungan baru antara Allah dan umat manusia melalui Yesus Kristus sebagai Juru Selamat. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup di dalam perjanjian ini dan mengikuti jejak-Nya.

4.   Pentingnya Perjamuan Kudus: Perjamuan Kudus merupakan suatu sakramen yang penting bagi umat Kristen. Dalam Ekaristi, kita mengingat dan memproklamirkan karya penebusan Kristus serta mengalami kehadiran-Nya secara rohaniah.

5.   Antisipasi Kerajaan Allah: Ketika Yesus berkata bahwa Ia tidak akan minum dari buah pohon anggur sampai minum yang baru di dalam Kerajaan Allah, Ia mengingatkan kita untuk hidup dalam ketaatan dan pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang penuh kesempurnaan.

Makna dari pasal ini adalah bahwa Yesus Kristus, sebagai Anak Allah, adalah korban yang sempurna dan keselamatan kita terletak pada karya penebusan-Nya. Perjamuan Terakhir mengajarkan kita tentang pentingnya memperingati dan memproklamirkan kematian dan kebangkitan-Nya, serta menantikan kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Selain itu, kita juga dipanggil untuk hidup dalam perjanjian-Nya dan mengalami persekutuan dengan-Nya melalui Perjamuan Kudus. Semua ini mengajarkan kita tentang kasih dan pengorbanan tanpa batas dari Yesus Kristus bagi umat manusia.

Posting Komentar untuk "Makna Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya"