Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelahiran yang Mengubah Takdir Manusi | 2 Korintus 5:17

 

Kelahiran yang Mengubah Takdir Manusi | 2 Korintus 5:17

Kelahiran yang Mengubah Takdir Manusia

Ayat Kunci: 2 Korintus 5:17

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Pendahuluan

Judul: Dari Kepingan Kaca Buram Menjadi Kristal Bercahaya

Saudara-saudari yang terkasih, selamat merayakan Natal!

Kita berkumpul di sini malam ini, bukan hanya untuk mengenang sebuah peristiwa sejarah yang terjadi 2000 tahun lalu, tetapi untuk merayakan sebuah Kelahiran yang menghasilkan Revolusi Takdir.

Izinkan saya memulai dengan sebuah ilustrasi. Bayangkan Anda memiliki sebuah jendela. Jendela itu terbuat dari kaca yang sudah tua, penuh noda, goresan, dan debu yang tebal—mungkin bahkan ada retakan di sana-sini. Ketika Anda melihat keluar melaluinya, dunia tampak buram, kusam, dan warnanya mati. Anda tahu ada sinar matahari di luar, tetapi kaca itu menghalanginya, meredupkannya, dan mendistorsi pandangan Anda. Ini adalah gambaran dari kehidupan manusia yang terpisah dari Allah: buram, retak, dan tidak mampu merefleksikan kemuliaan sejati. Ini adalah takdir lama kita.

Kemudian, datanglah seseorang. Bayi di palungan Betlehem itu adalah Pembaruan total, bukan sekadar perbaikan.

Ketika kita menerima Natal (yaitu, menerima Kristus) ke dalam hidup kita, itu bukan sekadar mengelap debu dari kaca lama. Firman Tuhan hari ini, 2 Korintus 5:17, mengatakan: "ia adalah ciptaan baru." Ini berarti, Allah tidak membersihkan kaca yang buram itu; Dia mengganti seluruh jendela! Dia mencabut kaca tua yang retak itu dan memasang sebuah kristal yang baru, bersih, bening, dan mampu menangkap setiap spektrum cahaya.

Momen kelahiran Kristus adalah saat dimana takdir lama kita sebagai kaca buram digantikan dengan takdir baru sebagai ciptaan yang memancarkan cahaya Kristus. Natal adalah Proklamasi: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang!

Inilah yang akan kita renungkan: Tiga perubahan takdir fundamental yang dibawa oleh kelahiran Kristus.

Poin-Poin Khotbah

I. Perubahan Takdir: Dari Hukuman Menjadi Pendamaian (2 Korintus 5:19)

  • Takdir Lama: Manusia berada dalam kondisi permusuhan dengan Allah karena dosa. Takdir kita adalah terpisah dari kasih-Nya. (Roma 3:23: Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.)
  • Kelahiran yang Mengubah: Kelahiran Kristus adalah langkah pertama dalam rencana Allah untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya.
    • Natal membuktikan bahwa Allah tidak ingin menghukum, tetapi memulihkan. Allah ada di dalam Kristus, mendamaikan dunia dengan diri-Nya.
    • Kristus menjadi Jembatan (Immanuel, Allah beserta kita) yang menghubungkan kembali manusia yang terpisah dengan Bapa.
  • Aplikasi: Natal berarti kita tidak lagi hidup dalam ketakutan akan penghakiman, tetapi dalam kepastian anugerah dan pengampunan. Takdir kita berubah dari terpidana menjadi diampuni.

II. Perubahan Takdir: Dari Manusia Lama Menjadi Ciptaan Baru (2 Korintus 5:17)

  • Takdir Lama: Kita hidup dikendalikan oleh manusia lama—sifat daging, kebiasaan buruk, kesombongan, dan keegoisan. Hidup kita adalah pengulangan kegagalan yang sama (kaca yang selalu kembali buram).
  • Kelahiran yang Mengubah: Siapa yang "ada di dalam Kristus" (melalui iman dan kelahiran kembali) adalah (bukan akan menjadi) ciptaan baru.
    • Ini bukan perbaikan moral 10% atau 20%. Ini adalah identitas yang sama sekali baru. Kita tidak lagi didefinisikan oleh kegagalan masa lalu atau sifat dosa kita.
    • Kelahiran Kristus di Betlehem memungkinkan Kristus lahir di dalam hati kita melalui Roh Kudus, memberikan kita sifat dan kuasa untuk hidup kudus.
  • Aplikasi: Biarkan hal-hal yang lama (kebiasaan dosa, dendam, kekhawatiran yang tidak perlu) berlalu. Sambutlah kedatangan yang baru: kasih, damai sejahtera, penguasaan diri. Takdir kita berubah dari terperangkap menjadi dibebaskan.

III. Perubahan Takdir: Dari Kekekalan Bumi Menjadi Pewaris Surga (Filipi 3:20)

  • Takdir Lama: Tanpa Kristus, harapan kita terikat pada hal-hal duniawi yang fana—harta, jabatan, umur panjang. Kematian adalah akhir dari segalanya.
  • Kelahiran yang Mengubah: Kelahiran Kristus memberikan kita kewarganegaraan yang baru.
    • Filipi 3:20 mengatakan: "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga..."
    • Kelahiran-Nya, dan nanti Kebangkitan-Nya, menjamin bahwa takdir akhir kita bukan dalam kubur, tetapi dalam kemuliaan bersama Dia.
    • Hidup kita di bumi kini memiliki tujuan transenden: menjadi duta (utusan) Kristus untuk memberitakan Pendamaian ini kepada orang lain (2 Korintus 5:20).
  • Aplikasi: Jadikan hidup Anda di bumi ini sebagai persiapan dan kesaksian atas takdir kekal Anda. Jangan lagi mengejar takdir fana, tetapi investasikan hidup Anda pada nilai-nilai Kerajaan Allah. Takdir kita berubah dari fana menjadi kekal.

Penutup

Saudara-saudari, kelahiran Kristus bukan sekadar peristiwa manis dengan gemerlap lampu dan lagu-lagu indah. Natal adalah pintu gerbang menuju takdir yang baru.

Kita telah melihat bagaimana Kelahiran ini mengubah kita dari Hukuman menjadi Pendamaian, dari Manusia Lama menjadi Ciptaan Baru, dan dari Kekekalan Bumi menjadi Pewaris Surga.

Posting Komentar untuk "Kelahiran yang Mengubah Takdir Manusi | 2 Korintus 5:17"